March 21, 2018

[Review Anime] Tsugumomo


Konbanwa minna, kembali lagi di review anime saya. Kali ini saya akan review anime Tsugumomo. Seperti  sebelumnya, saya mengingatkan mungkin nantinya akan sedikit mengandung spoiler. Jadi harap dimengerti untuk kalian yang belum menonton anime yang satu ini.  Oke tanpa banyak basa-basi langsung saja simak reviewnya^^

Judul : Tsugumomo
Tanggal Rilis : 2 April 2017
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Comedy, Supernatural, Ecchi, School, Seinen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Zero-G

Sinopsis

Karena mengingatkannya kepada mendiang ibunya, Kagami Kazuya selalu membawa obi peninggalan sang ibu bersamanya. Namun hanya setelah dia diselamatkan dari serangan mendadak makhluk Amasogi, Kazuya akhirnya bertemu kembali dengan Kiriha, gadis Tsukumogami atau jelmaan roh penghuni obi tersebut. Dengan gabungan kekuatan mereka berdua, Kazuya dan Kiriha kemudian dipercaya oleh Dewi Kukurihime untuk menjalankan tugas sebagai Susoharai yang harus mengalahkan setiap Amasogi yang muncul di kota mereka.

Jalan Cerita
Cerita anime ini tidak pernah terasa sedang bergerak maju menuju ke suatu ending. Sebagian besar episodenya hanya selalu berupa pertarungan Kazuya dan Kiriha sebagai Susoharai melawan berbagai Amasogi. Dan juga tidak ada variasi yang cukup menarik pada penulisan cerita yang mengantarkan pertarungan tersebut. Benda yang menjadi asal-usul setiap Amasogi memang berbeda-beda, tetapi pola jalan ceritanya hampir selalu sama.  Amasogi itu akan membuat kekacauan seperti hewan liar yang mengamuk, lalu Kazuya dan Kiriha selanjutnya akan datang untuk mengalahkannya. Namun, meski ceritanya sendiri masih jauh dari yang terbaik, satu hal yang berhasil anime ini lakukan dengan sempurna adalah membuat pondasi yang benar - benar kokoh. Sejak awal anime ini langsung menerangkan dengan jelas dan singkat baik tentang apa yang dimaksud Tsugumomo, Tsukumogami, dan seterusnya, maupun tentang tugas dan status dari seorang Susoharai. Alhasil, anime ini kemudian bebas mengubah atmosfernya dalam sekejap dari pertempuran yang serius menjadi pertempuran yang jenaka tanpa harus terkesan canggung atau membingungkan, dan hingga pada batas tertentu, hal ini mampu menutupi kekurangannya tadi dari segi pola cerita. Bentuknya secara keseluruhan mungkin tetap terlalu sederhana dan monoton, tetapi jika dia bisa terus mengelola dengan cermat bagaimana suasana yang tampilkan di setiap episode, sampai kapanpun anime ini tidak akan terlihat membosankan.

Karakter
Para tokoh anime ini tampaknya dirancang hanya untuk dua hal, yaitu menciptakan situasi harem di sekeliling Kazuya dan menyajikan komedi slapsticks. Sesekali anime ini mungkin ingin mengindikasikan bahwa terdapat pertumbuhan pada hubungan antara Kazuya dan Kiriha, tetapi selain dari jumlah jurus yang dapat mereka gunakan, tidak pernah terlihat ada perubahan berarti pada bagaimana cara mereka berdua saling berinteraksi. .... Meski demikian, khusus untuk fungsi yang kedua. Dalam menyajikan komedi, anime ini bisa dikatakan telah memilih karakter para tokohnya dengan tepat. Kiriha yang selalu kasar serta dominan, dan Kazuya yang senantiasa siap berperan sebagai objek penderita. Kombinasi mereka menjadikan adegan - adegan slapsticks yang datang kemudian terasa mengalir secara alami. Penonton seakan bisa langsung memahami bahwa kekerasan memang merupakan bagian alami dari komedinya, dan dengan begitu tidak harus merasa kesal walaupun Kiriha terus menyiksa Kazuya. Lalu, ketika anime ini juga mengembangkan kombinasi serupa pada tokoh-tokohnya yang lain, anme ini pun berhasil membangun sebuah komunitas yang sangat pas bagi komedi slapsticks.

Art
Dengan cerita yang lebih cenderung mengutamakan pertarungan para tokohnya, visual yang mendukung tentu menjadi semakin krusial. Syukurlah, animasi dan sinematografi di anime ini mampu memperlihatkan dengan baik gaya bertarung Kazuya dan Kiriha yang bergerak cepat dari jarak jauh, sehingga pertarungan mereka pun kemudian selalu terasa seru. Dan, barangkali karena sama - sama berdasar pada aksi kekerasan, keunggulan visual anime ini dalam menyajikan bagian action tadi ternyata juga lantas memberi pengaruh positif pada komedinya yang sebagian besar berwujud slapsticks.

Ost
Lagu pembuka anime ini dinyanyikan oleh Band Ja Naimon dengan Judul “Metamoriser". Untuk pembukaan animenya cukup cocok dengan animenya, tapi menurut saya , saya lebih pilih lagu Endingnya. Kenapa ? karena lagu Endingnya pas buat anime ini, dan lagunya sendiri bagus banget menurut saya. Lagu Endingnya dinyanyikan oleh MICHI dengan judul “I4U”. Michi sendiri pernah menyanyikan lagu pembuka buat anime seperti Dagashi Kashi dan Rokka no Yuusha.

Overall
Jalan Cerita : 7.8 / 10
Karakter : 8 / 10
Art : 8.2 / 10
Ost : 8.5 / 10
Tsugumomo : 8.2 / 10

Anime ini tidak memiliki cerita yang kompleks atau tokoh - tokoh yang menarik, tetapi hal itu bukan menunjukkan bahwa anime ini kurang perencanaan. Bahkan sebaliknya, sejak awal anime ini tampaknya sudah langsung menetapkan kalau hanya akan menyajikan aksi pertarungan dan komedi slapsticks yang menghibur, maka semua persiapan pun dimaksudkan khusus agar tujuan tersebut dapat tercapai. Ya, jika menilainya secara menyeluruh, anime ini memang belum sebagus beberapa anime lain, namun dengan pondasi yang kuat dan juga berkat dukungan visual yang baik, kalian seharusnya tetap bisa menikmati kombinasi Action dan Comedy yang dia suguhkan.


Next

Related

1 komentar


EmoticonEmoticon